Wednesday, July 8, 2009
Pemimpin di Mataku (Part 4)
Selama kurang lebih 3 (tiga) tahun bekerja di sebuah instansi pemerintahan yang menangani urusan kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan, dan kepariwisataan, aku sudah mengalami 3 (tiga) kali masa kepemimpinan. Dari 3 pemimpin tersebut, tentu saja aku bisa merasakan dan menilai tipe kepemimpinan dan sifat masing-masing dari beliau. Mulai dari tipe yang "mengambil sesuai porsinya" dengan tetap mengedepankan tanggung jawab serta memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Kemudian tipe yang sederhana, tidak neko-neko, tapi sekaligus tidak berani mengambil resiko. Sampai akhirnya ada juga yang menurutku lebih mirip "kapal keruk", yang hanya mengambil sebanyak-banyaknya, sementara tanggung jawab dikesampingkan. Bahkan kalau boleh terus terang, beliau yang satu ini ibarat peribahasa, "tong kosong nyaring bunyinya", benar-benar kosong, wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan urusan yang ditanganinya sangatlah minim. Parahnya, tidak ada sedikitpun keinginan beliau untuk belajar, karena yang ada di isi kepala adalah bagaimana mendatangkan keuntungan sebanyak-banyaknya buat diri sendiri. Oh My God, kemana kapal ini akan dibawa jika nahkodanya seperti itu? Bagaimana pemuda disini bisa maju, bagaimana olah raga bisa juara, bagaiman kebudayaan bisa lestari, dan bagaiman pariwisata bisa berkembang jika pemimipinnya hanya memikirkan keuntungan diri sendiri?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment