Sunday, June 28, 2009

Pemimpin di Mataku

Selanjutnya dari rasa sayang yang tulus itu, seseorang juga akan mengetahui apa yang menjadi keinginan dari orang yang disayanginya dan akan berusaha keras untuk menenuhinya. Ibaratnya, bagaimana rakyat Indonesia bisa sejahtera kalau Presidennya tidak menyayangi rakyatnya dengan tulus dan tidak mengetahui keinginan rakyatnya. Dalam lingkup yang lebih kecil, bisa kita lihat dari tempatku bekerja saat ini. Aku bekerja di sebuah intansi pemerintah yang menangani urusan pariwisata, tepatnya di Dinas Pariwisata.

Pemimpin di Mataku (Part 2)

Meskipun kita diberi kebebasan untuk memilih pemimpin kita, namun harapannya kita tetap tidak boleh salah pilih. Buat aku, ada satu kriteria sederhana menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin itu harus bisa dengan setulus hati menyayangi mereka yang dipimpinnya. Seseorang yang dengan tulus menyayangi, dia akan melakukan segala yang terbaik untuk yang disayanginya, tidak akan menyakiti, tidak akan mengkhianati. Seorang presiden yang menyayangi rakyatnya dengan tulus, akan berjuang yang terbaik untuk rakyat

Pemimpin di Mataku

Sebentar lagi Pilpres. Seluruh warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat, berhak dan sekaligus berkewajiban untuk memilih salah satu yang terbaik di antara 3 calon yang ada untuk menjadi pemimpin bagi Indonesia Raya ini. Siapapun yang akan dipilih, tergantung masing-masing pribadi si pemilih, tergantung bagaimana penilaian mereka masing-masing terhadap para calon tersebut. Yang jelas, semua diberi kebebasan penuh untuk memilih sesuai dengan kata hatinya masing-masing.

Saturday, June 27, 2009

jalan-jalan ke candi gedongsongo

CANDI GEDONGSONGO

Awal tahun lalu saya jalan-jalan ke candi gedongsongo bersama keluarga...

Lokasi berada di Kab. Semarang. Lokasi ini berjarak kira-kira 9 km dari Kawasan Wisata Bandungan. Di daerah ini terdapat mata air panas belerang yang dimanfaatkan sebagai kolam pemandian air panas. Lokasi masih alami dengan suhu udara yang sejuk serta jauh dari kepadatan kota.

Kawasan Wisata Candi Gedong Songo terletak kurang lebih 20 kilometer dari Ambarawa. Untuk mencapai obyek wisata ini tidaklah sulit. Bila berangkat dari kota Semarang kita naik bus jurusan Yogyakarta. Begitupun sebaliknya, bila dari Yogyakarta dapat menggunakan bus arah Semarang lalu turun di kota Ambarawa. Bila menggunakan kendaraan pribadi, dapat ditempuh melalui jalur Semarang-Yogyakarta. Sesampainya di Ambarawa kita bisa langsung menuju ke Bandungan. Bila menggunakan kendaraan umum, dapat menggunakan angkutan pedesaan yang siap mengantar ke kawasan wisata Candi Gedong Songo tersebut. Namun, angkutan umum itu hanya sampai di pertigaan Gedong Songo yang kemudian perjalanan ditempuh dengan menggunakan ojek hingga tujuan.

Selain pemandangan alam, wisata sejarah, dan pemandian air panas, kita juga dapat menikmati berbagai sajian kuliner yang nikmat seperti sate kelinci... hemmmm... harganyapun terjangkau kantong kita kok.

Selamat mencobaaa...

Thursday, June 25, 2009

Saya Sebagai Wanita Bekerja (Part 5)

Ada 1 hal lagi yang menyebabkan saya begitu enjoy bekerja jarak jauh Kudus-Smg PP setiap hari. Adalah karena saya ingin mendapatkan pintu surga untuk saya kelak. Menurut agama yang saya anut, Tuhan akan membukakan salah satu pintu menuju Surga untuk seorang istri yang mau bekerja membantu suaminya mencari nafkah untuk keluarga dan anak-anaknya. Selain ingin membantu suami, tentu saja saya ingin sekali mendapatkan pintu itu.. Demikian tulisan pertama saya di blog ini, Saya Sebagai Wanita Bekerja (5 bagian)

Saya Sebagai Wanita Bekerja (Part 4)

Saya semakin menikmati perjalanan setiap hari Kudus-Smg PP untuk bekerja, setelah saya mengetahui bahwa ternyata banyak sekali yang seperti saya. Setiap hari di bis, saya bertemu dengan banyak sekali orang yang bekerja jarak jauh seperti saya. Laki-laki, perempuan, tua, muda, karyawan swasta, pegawai negeri.. Banyak sekali.. Dan karena sering bertemu, akhirny kami bisa saling kenal sebagai kawan senasib sepenanggungan. Jadi salah besar jika saya mengeluh karena ternyata saya punya banyak teman di sana..

Saya Sebagai Wanita Bekerja (Part 3)

Ibaratnya, anak-anaklah yang memberi saya spirit untuk berangkat bekerja. Karena mereka pula, setiap hari saya selalu rindu untuk pulang ke rumah. Jadi karena mereka saya bekerja, karena mereka pula saya pulang. Mas Hanan dan Dik Fisa, maafkan Mama ya karena Mama tidak bisa menemani kalian sepanjang hari. Maafkan Mama karena hanya bisa bersama kalian manakala malam menjelang hingga fajar menyingsing. Tapi Mama janji akan menemani kalian bermain seharian di akhir pekan untuk melepaskan rindu Mama pada kalian